Tuan.

sendu kumelihat mu.

Tuan, katanya kau tak tersentuh.

namun bagiku kau sudah terkoyak.

Katanya, Kau apatis.

Namun bagiku kau Antusias.

Kau menutup diri dari dunia luar, dan mengatakan kau tak bersalah.

Namun yang kutahu. Kau bergerak diam dan menyalahkan ku.

Berhentilah tuan.

Biarkan dunia liar tahu kau yang sebenarnya.

Kau yang perduli namun tak terbaca.

kau yang mencinta tapi tak terlihat.

Dan kau yang Antusias tapi Tertutup.

Iklan

Ruang.

Kembali, dinding ruang yang kemarin telah roboh dan mempertemukan rindu telah kembali seperti semula.

Aku yang tadinya tidak pernah melihatmu sekarang dipertemukan dan membentuk sesuatu yang disebut rasa, tapi aku belum terlalu yakin dan takut menafsirkan nya.

Kamu, kamu yang tadinya tidak pernah terlintas sekarang bahkan sudah menjadi candu di pikiran. Kerealisasian dirimu sangat nyata saat kau mengeluarkan pendapat dengan caramu sendiri. cara yang bahkan dibilang kritis.

Jika kau ceriwis dengan caramu, aku tidak akan pernah berhenti memutar bola mataku dan melihatmu sangat aktif. namun saat kau diam. Aku akan berfikir bahwa kau apatis.

Kau menyentuhku dengan caramu.
kau membuatku mengenangmu di balik tembok itu nanti, karena sikapmu. tetaplah seperti itu. tetaplah bersyahdu nan indah dengan apa yang kau pikirkan dan menulislah sebanyak apa yang kau pikir.

– Semesta

Sisa kebahagiaan

Acak rambutmu tak terpandang. Matamu membiaskan cahaya.

Semalam kita bergelayut dengan kerinduan dan sisa kebahagiaan.

Aku tak tahu semalam adalah malam kita. dikarenakan hati yang tak mampu membendung jilatan rindu yang membludak.

Bersama, kita menjahit rindu. Bersama kita saling melampiaskan sisa kebahagiaan kita.

Tidak ada lagi tangis, tak ada lagi kegusaran. Yang ada hanya kita dan sisa kebahagiaan beserta dinginnya kafe pojok kota.

Kemenangan.

Apa arti kemenangan?

Kemenangan berarti keberhasilan. Tapi keberhasilan seperti apa? Apakah dengan memenangkan sesuatu disebut keberhasilan? Tidak segampang itu bisa mengartikannya.

Kemenangan yang berdasarkan keberhasilan didasari dengan tekad dan niat terlebih dahulu. Kemudian berlalu pada usaha. Tapi usaha pun dibagi menjadi 2 yaitu usaha rohani dan jasmani.

Dan kita tidak bisa mengatakan sebuah kemenangan sebagai keberhasilan bilamana kita tidak melewati hal-hal itu. Seperti yang dikatakan orang-orang dengan istilah jalan pintas.